Kolaborasi Polda dan BRMP Papua Barat Perkuat Swasembada Pangan di Kampung Macuan
MANOKWARI — Sebagai langkah strategis percepatan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan di daerah, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat berkolaborasi erat dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat menggelar acara panen dan sortasi benih jagung di lahan petani binaan seluas 5.000 m² di Kampung Macuan, Kamis (20/8/2026). Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Polda Papua Barat selaku pelaksana utama ini, BRMP Papua Barat mengambil peran penuh sebagai pendamping teknis ahli.
Agenda yang mengusung semangat kemandirian pangan ini dibuka secara langsung oleh Wakapolda Papua Barat. Mengingat pentingnya sinergi lintas sektor, kegiatan yang berlangsung pada pukul 15.30 hingga 17.30 WIT tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci sejak awal acara. Turut hadir Kepala BRMP Papua Barat, jajaran kepolisian Polda Papua Barat, Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari, BPS Papua Barat, serta Perum Bulog Manokwari. Selain itu, unsur penggerak tingkat desa seperti Kepala Kampung, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan para petani Kampung Macuan juga ikut berpartisipasi aktif.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Wakapolda serta Kepala BRMP Papua Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama seluruh pihak yang hadir. Sesi dengar pendapat ini menjadi wadah strategis untuk menampung keluhan para petani dan merumuskan solusi konkret atas berbagai kendala pertanian di lapangan, guna memastikan stabilitas produksi pasokan pangan ke depan.
Usai sesi diskusi, kegiatan berlanjut ke area lahan. Di lokasi, Kepala BRMP Papua Barat memimpin langsung teknis pemanenan dan sortasi benih jagung varietas Srikandi Kuning. Varietas yang ditanam ini merupakan benih label kuning/benih penjenis/breeder seed sehingga hasil panennya menghasilkan benih label putih/benih dasar/foundation seed. Sembari memanen, tim ahli dari BRMP memberikan bimbingan teknis secara langsung kepada para petani mengenai cara panen yang efisien serta standar sortasi benih yang benar.
Keberhasilan panen di lahan binaan Polda ini merupakan wujud nyata keberhasilan pendampingan intensif dari BRMP Papua Barat. Tim ahli pertanian telah mengawal secara komprehensif seluruh rangkaian tahapan budidaya sejak awal, yang meliputi proses pemilihan benih sumber berkualitas, pengolahan tanah yang ideal, tata cara tanam dan pemupukan yang berimbang, hingga upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pendampingan berlanjut pada proses roguing atau tahap seleksi dan pencabutan tanaman menyimpang, hingga akhirnya bermuara pada teknik panen dan sortasi pascapanen.
Berkat sinergi nyata yang berfokus pada ketahanan pangan dan kemandirian penyediaan benih ini, hasil panen di hamparan lahan tersebut diperkirakan mampu menyumbang sekitar 1,5 ton benih jagung unggul dan 1 ton jagung siap konsumsi pascasortasi. Kolaborasi harmonis ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mencetak petani mandiri yang inovatif, sekaligus menjadi katalisator percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan di wilayah Papua Barat.